Senin, 18 Oktober 2010

Shake well before drink

Kocok dulu sebelum diminum. 

Kalimat ini biasanya kita temukan di minuman dalam kemasan seperti susu UHT, teh kotak, jus dan lain-lain. Beberapa yang jeli akan selalu bisa menemukan kalimat ini. Kocok dulu ... buka ... sedot ... seger ...

Tapi berapa banyak sih yang rajin melihat dan membaca instruksi seperti ini? apalagi posisinya yang biasanya ditempatkan di bagian sisi bawah. Yang penting haus, sedot ... hilanglah haus. Apa pentingnya membaca instruksi ini. Toh semua orang sudah tahu, minuman dalam kemasan tinggal ditusuk sedotannya, disedot sampai habis, sudah.

Penting ga sih bahas hal ini ?

Penting ga shake before drink ? 

Kalo ga penting, kenapa dicantumkan ? kalo penting, kenapa dicantumkan di bagian yang tidak eye catching ? 

Kosok dahulu sebelum diminum. Sebelum diminum, harus dikosok dahulu. trus kalo terlanjur diminum, apa tidak perlu dikocok ? Atau, jika terlanjur diminum, dikocok diperut ?

Sama halnya seperti obat. Ada perintah untuk kocok dahulu sebelum minum (biasanya obat batuk atau obat sirup lainnya.) Yang namanya obat, tentu harus dipatuhi segala perintahnya. Ada obat yang harus ditelan setelah makan, ada obat yang harus diminum sebelum makan. Semua sesuai instruksi (dari dokter). Bagaimana halnya dengan kocok sebelum diminum ? Obat sudah terlanjur diminum, tapi belum dikocok. Jadi, dikocok di perut pake gerakan hula-hula :D

Jika sebegitu pentingnya, kenapa ditempatkan di tempat yang tidak eye catching? 

Satu hal lagi, jika kita ingin minum minuman kemasan UHT. Ada yang aneh tidak ? Setelah menemukan kata "kocok sebelum diminum" kita ikuti perintah tersebut. Berhasilkah ?

Hampir sama sekali tidak berhasil mengocok minuman kemasan tersebut. Kenapa ? Kedap udara ! Kocok-kocok-kocok ... cuma berputar-putar saja bungkusnya, dalamnya sepertinya tidak terkocok. 
Jadi, harus dikocok sebelum diminum? atau sesudah dilubangi ? 

Lubangi dulu, dikocok, baru disedot ... sruputttt ... 

0 comments: